Oleh Inang Tri Handayani
Cross Culture Festival 2015 Tari Teng-Tengan Praban dari Surabaya mengisi panggung Cross Culture Festival 2015 di Pusat Budaya Bahasa, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, (8/8). Acara tersebut merupakan festival tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dengan bantuan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengenalkan seni dan budaya Surabaya di Indonesia dan dunia Internasional. Antara /Inang Handayani /15
Surabaya,8/8 (Antara)- Pemerintah Kota
(PEMKOT) Surabaya mengenalkan kesenian dan kebudayaan Indonesia melalui agenda tahunan Cross Culture Festival yang dilaksanakan
di Pusat Bahasa, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
"Acara ini dimulai pada tanggal 2, 6,
7 dan ditutup meriah pada malam ini dengan festival seni lintas budaya," ucap salah satu
staff Dinas Pariwisata Surabaya.
Dia mengatakan festival budaya ini sudah
ke 11 kalinya dilaksanakan di Surabaya dan
memiliki respon positif baik dari masyarakat setempat, pemerintah kota, bahkan
warga negara asing.
"Acara seperti ini bisa menjadi
hiburan," ucap salah satu pengunjung, Supri.
"Terbukti dengan suguhan penampilan
dari berbagai perwakilan daerah di Indonesia dan manca negara diantaranya
Makasar, Balikpapan, Cirebon, Busan, China, Korea, India tentunya masyarakat
Surabaya yang ikut serta didalamnya," ucap staff Dinas Pariwisata yang merangkap
sebagai Liasion Organizer (LO) tersebut.
Ia mengatakan Surabaya harus bisa dikenal
di Indonesia khususnya dalam bidang kesenian dan budaya dan lebih mudah
menjalin kerjasama dengan daerah atau negara lain, sehingga Surabaya lebih
dikenal di Internasional dalam akhir wawancara. (*)
=======================================================================
=======================================================================
Hasil setelah direvisi oleh bapak Slamet Hadi Purnomo (Antara)
SURABAYA
KENALKAN INDONESIA LEWAT CROSS CULTURE FESTIVAL
Oleh Inang Tri Handayani
Surabaya, 8/8 (Antara)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengenalkan kesenian dan kebudayaan Indonesia melalui agenda tahunan Cross Culture Festival yang dilaksanakan di Pusat Bahasa, Surabaya, Jawa Timur, 2-8 Agustus 2015.
"Acara ini dimulai pada tanggal 2, 6, 7 dan ditutup meriah pada malam ini dengan festival seni lintas budaya," ucap salah satu staf Dinas Pariwisata Surabaya, di Surabaya, Sabtu.
Dia mengatakan festival budaya ini sudah ke-11 kalinya dilaksanakan di Surabaya dan mendapat respon positif baik dari masyarakat Surabaya maupun warga negara atau wisatawan asing.
Oleh Inang Tri Handayani
Surabaya, 8/8 (Antara)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengenalkan kesenian dan kebudayaan Indonesia melalui agenda tahunan Cross Culture Festival yang dilaksanakan di Pusat Bahasa, Surabaya, Jawa Timur, 2-8 Agustus 2015.
"Acara ini dimulai pada tanggal 2, 6, 7 dan ditutup meriah pada malam ini dengan festival seni lintas budaya," ucap salah satu staf Dinas Pariwisata Surabaya, di Surabaya, Sabtu.
Dia mengatakan festival budaya ini sudah ke-11 kalinya dilaksanakan di Surabaya dan mendapat respon positif baik dari masyarakat Surabaya maupun warga negara atau wisatawan asing.
"Acara seperti ini bisa menjadi
hiburan," ucap salah satu pengunjung, Supri.
Terbukti, ucap staf Dinas Pariwisata yang merangkap sebagai Liasion Organizer (LO) tersebut, penampilan dari berbagai perwakilan daerah di Indonesia dan manca negara diantaranya Makassar, Balikpapan, Cirebon, Busan, China, Korea, India dan Surabaya sangat ditunggu-tunggu.
Ia mengatakan Surabaya harus bisa dikenal di Indonesia khususnya dalam bidang kesenian dan budaya dan lebih mudah menjalin kerja sama dengan daerah atau negara lain, sehingga Surabaya lebih dikenal di dunia internasional. (*)
Terbukti, ucap staf Dinas Pariwisata yang merangkap sebagai Liasion Organizer (LO) tersebut, penampilan dari berbagai perwakilan daerah di Indonesia dan manca negara diantaranya Makassar, Balikpapan, Cirebon, Busan, China, Korea, India dan Surabaya sangat ditunggu-tunggu.
Ia mengatakan Surabaya harus bisa dikenal di Indonesia khususnya dalam bidang kesenian dan budaya dan lebih mudah menjalin kerja sama dengan daerah atau negara lain, sehingga Surabaya lebih dikenal di dunia internasional. (*)
Catatan:
Untuk foto, jangan membuang ruang. Foto harus detail. Lebih baik
fokus pada penampil. Artinya, foto diambil dalam jarak yang lebih dekat.

