Kamis, 25 Desember 2014

Naskah Berita Voice Over (VO) - Masjid Cheng Hoo Surabaya




 KEUNIKAN MASJID CHENG HOO SURABAYA

LEAD : BERBEDA DENGAN MASJID MASJID BIASANYA / MASJID CHENG HOO SURABAYA / MENYUGUHKAN KEUNIKAN SENDIRI / DENGAN MODEL BANGUNAN DAN ORNAMEN ORNAMEN YANG KENTAL DENGAN NUANSA TIONGHOA//

ROLL VO : MASJID CHENG HOO SURABAYA YANG BERLOKASI DI JALAN GADING / NO 2 SURABAYA / ATAU UTARA GEDUNG BALAIKOTA SURABAYA/ MEMANG DIBANGUN MENYERUPAI KELENTENG DENGAN NUANSA MUSLIM TIONGHOA//

TUBUH BERITA : MASJID YANG DIRESMIKAN PADA TANGGAL 13 OKTOBER 2002 AWALNYA DIDIRIKAN UNTUK MENGENANG PERJUANGAN DAN DAKWAH LAKSAMANA CHENG HOO DAN WARGA TIONGHOA MUSLIM YANG INGIN MEMILIKI SEBUAH MASJID DENGAN GAYA TIONGHOA// MASJID INI MEMILIKI BANGUNAN UNIK/ BENTUKNYA SERUPA DENGAN KLENTENG/ DIDOMINASI DENGAN WARNA MERAH DAN KUNING/ DIPADUKANA DENGAN ORNAMEN KHAS TIONGKOK// PINTU MASUKNYA MENYERUPAI BENTUK PAGODA/ TERDAPAT JUGA RELIEF NAGA/ DAN PATUNG SINGA DARI LILIN /DENGAN LAFAL ALLAH DALAM HURUF ARAB/ DI PUCUK PAGODA//ORNAMEN LAIN TERLETAK PADA / SEBELAH KANAN DILOKASI WUDHU WANITA/ ADA RELIEF CHENG HOO DENGAN LATAR GAMBAR BEBUAH BATU BERBENTUK KAPAL//TIDAK ADA SALAHNYA ANDA MENGISI WAKTU LIBURAN ANDA DENGAN MENJELAJAH TEMPAT BERIBADAH UNIK SEPERTI MASJID CHENG HOO YANG BERADA DI SURABAYA TERSEBUT///END


Rabu, 17 Desember 2014

Review film In Join Van Jou

Film ke dua dari pemutaran film karya anak MMK adalah berjudul Ik Houd Van Jou, film ini menjadi pusat penonton. Betapa tidak, film yang berbeda dari film yang diputar sebelumnya dari judulnya saja penonton bertanya tanya apa arti dari judul film tersebut, film tersebut menggunakan penggabungan efek dengan cerita yang dikemas menarik.
Film yang menceritakaan tentang perebutan cinta antar dua pasukan tentara yakni Sugiyo (Rifandi Bimasakti) , Sugiyat (Resa Rizky) dan gadis desa yakni Lasmi (Luthfie Triana) mengusung gandre cinta. Film yang artinya “I Love You”  ini dikemas dalam suasana masa Belanda. Sugiyo yang harus menerima pahitnya keadaan karena wanita yang dicintainya (Lasmi) yang sudah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri (Sugiyat). Dan saat itulah hubungan 2 sahabat tersebut menjadi retak, apa lagi Sugiyo yang memiliki sifat keras dan tidak terima dengan keadaan tersebut mencari berbagai cara untuk merebut kembali Lasmi dari Sugiyat.
Hingga akhirnya Sugiyat mati dibunuh Sugiyo , dan Sugiyo pula dibunuh dengan Lasmi. Lasmi sebenarnya menyukai Sugiyat dan Sugiyo, hingga pada akhirnya Lasmi yang hidup sendiri di masa tuanya dengan kenangan cintanya dengan Sugiyat dan Sugiyo.
Menurut saya film Ik Houd Van Jou ini bagus, baik dari permainan alur, efek darah, dan pengambilan gambarnya. Hanya saja ada beberapa hal kecil yang mengganjal dalam film tersebut, misalnya saat Sugiyat di tampar dengan pistol oleh Sugiyo yang awalnya berdarah pada mulutnya tiba tiba mulut Sugiyat langsung bersih. Namun dari pembawaan alurnya bagus, penonton dibuat bermain dengan alur yang dibuat. Penggunaan make up juga bagus, saat Lasmi tua di make up menyerupai orang tua dengan kerutan pada wajahnya membuat nilai tambah dalam fil tersebut.

Minggu, 26 Oktober 2014

Peringati Sumpah Pemuda, Komunitas Hijabers Blitar Bagi - bagi 100 Hijab





Blitar (26/10) - Jelang  Peringatan  Sumpah Pemuda yang akan diperingati pada hari Senin 28 Oktober 2014 salah satu komunitas hijabers Blitar menggelar acara 100 hijab. Acara yang digelar di Taman Kota Kebonrojo, Minggu (26/10/2014) tersebut selain memeriahkan hari Sumpah Pemuda dan tahun baru hijriyah, komunitas hijabers juga ingin memperkenalkan hijab kepada masyarakat. Acara tersebut berlangsung meriah. Peserta yang hadir berasal dari warga yang tengah berkunjung ke Kebonrojo.

Panitia memberikan hijab gratis sekaligus mendandani pengunjung di lokasi yang telah disiapkan. Acara tersebut bertemakan pakaian adat sehingga hijab yang dikenakan pun masih nuansa pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya membagi- bagikan, panitia juga siap mendandani pengunjung yang mau berhijab.
“Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang insyAllah akan kami laksanakan tiap tahun”, kata Andiwi ketua pelaksana.
 “Acara ini adalah acara yang positif dan mengajak untuk kebaikan”, sambung Andiwi.

Acara tersebut berhasil memikat warga Kebonrejo, terbukti dengan peserta banyak yang mengantre. Kursi yang disediakan pantiapun penuh. Salah satu peserta, Setyaningrum mengaku senang dengan acara tersebut, meskipun selama ini ia belum mengenakan hijab dalam keseharian tetapi ia merasa senang dengan acara tersebut. Senada dengan Setyaningrum, Dwi Putri Amira juga mengatakan hal yang sama. “Saya sudah mempunyai niat untuk berhijab. InsyAllah setelah ini saya semakin mantap untuk terus berhijab”, ujar Amira.


Kamis, 23 Oktober 2014

Foto Caption Jurnalistik

Nah, masih seputar jurnalis. Sekarang saya akan belajar membuat caption dari sebuah foto. Mulai aja dari foto pertama aja?

Semangat- Band indie PENS (EEPIS Reggae) tampil di Kegiatan Jalan Sehat dan Festival Seni PTC yang diadakan oleh BEM-PENS  pada hari Minggu (8/6). Band asli PENS ini semangat menghibur pengunjung dengan lagunya yang digelar di kampus PENS.


Sumringah- Wajah sumringah dari pedagang tua yang menjajakan kacang rebus jualannya. Penjual itu melayani pembeli yang memilih dagangannya di teras Taman Bungkul Surabaya, Sabtu (31/5).  


Kasih sayang- Seorang kakak memakaikan celana adeknya dengan kasih sayang. Sabtu (31/5) sehabis asyik bermain air mancur di Taman Bungkul Surabaya seorang anak dibantu kakaknya untuk mengenakan celana. Dengan memegang tangan kakaknya perlahan anak kecil itu memasukkan satu persatu kakinya di celana.


Perjuangan- Kamis (5/6) seorang pemulung tua renta menyebrang jalan raya di depan Bank BI Surabaya. Pemulung laki-laki itu membawa karung berisi barang bekas yang digendong di punggungnya. Dengan hati-hati pemulung tua itu menyeberang keramaian jalan.


Ceria- Kegiatan jalan sehat dan festival seni PTC yang diadakan oleh BEM-PENS di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada hari Minggu (8/6) berhasil membuat bahagia para pengunjung yang datang. Terbukti dengan bocah kecil yang ceria saat memainkan balon yang dipegangnya.





Kamis, 09 Oktober 2014

Seorang Dosen Bukan Sebuah Beban

"Selama ini saya menjadi dosen saya jalani bukan saya anggap kerja tetapi seperti main", ucap dosen muda yang sudah 3 tahun menjadi dosen prodi Multimedia Broadcasting saat diwawancarai kemarin (9/10). Ibu muda yang sering dipanggil Ibu Widi ini merupakan dosen yang mengajarkan mata kuliah Drawing dan Metodologi Desain pada mahasiswa tingkat satu. 

Saat ditanya mengenai pengalaman menyenangkan selama menjadi dosen, dosen lulusan DKV-ITS ini menjawab "pengalaman yang menyenangkan sih banyak, terutama sama teman - teman dosen banyak guyon jadi tidak seperti kerja tapi seperti main". Sedangkan pengalama menyedihkan ucapnya "awal saya kerja disini memang belum tau tentang habitnya seperti apa. Beberapa dosen lain dan mahasiswanya bilang kalau saya itu sombong dan cuek" selain itu dalam wawancara bu Widi juga mengungkapkan pernah saat beliau masuk ruang kelas masih ada mahasiswanya yang ramai, mungkin karena bu Widi yang masih muda sehingga mahasiswa menganggap bu Widi sebagai teman berdiskusi. 

"saya memang pada saat perkuliahan menggunakan metode penyampaian yang tidak terlalu banyak teori karena dari mata kuliah saya tidak cocok jika diterapkan dengan banyak teori, saya sendiri juga tidak suka yang namanya menghafal teori" kata bu Widi.

Meskipun awalnya menjadi dosen bukanlah cita - citanya, melainkan tuntutan dari ibunya tetapi bu Widi tetap menjalaninya tanpa beban. Hal itulah yang membuat beliau bertahan hingga saat ini.


Selasa, 30 September 2014

Delapan Anak Jalanan Surabaya Tampil di Brazil

Surabaya (26/2), delapan anak jalanan bimbingan Sanggar Alang – Alang Surabaya bakal membela Negara Indonesia untuk beradu dalam Piala Dunia 2014 yang akan terselenggara di Brazil pada bulan Juni mendatang. Acara tersebut menyelenggarakan pertandingan sepak bola yang memang khusus untuk anak – anak jalanan. 
 
Delapan anak dari Sanggar Alang - Alang yang akan berangkat ke Brasil yakni Muhamad Ayub, Muhamad Malik, Siti Nur Qomariah, Muhamad Yasidur Rozaq, Eko Siswandi, Rizqi Rahmadi, Muhamad Mukti, serta Yusuf Eko Saputro. Siti Nur Qomariah menjadi satu-satunya anak perempuan yang berangkat ke Brazil.
  
“Anak-anak ini memberi inspirasi bahwa kalau mereka mau, ya mereka bisa. Tidak ada yang tidak mungkin”,  kata Wali Kota Surabaya Tri Risma hari ini di ruang kerjanya, Selasa, 25 Februari 2014.
Wali kota perempuan di Surabaya  tersebut mengaku bangga dengan prestasi  anak- anak jalanan. Pasalnya, anak jalanan Surabaya tidak sepenuhnya jadi sampah masyarakat namun mereka buktikan jika mereka mampu mengharumkan nama Surabaya. Beliau berharap anak - anak  mampu berprestasi maksimal dalam pertandingan di Brazil. Tuturnya, yang terpenting bukanlah soal menang dan kalah, namun dapat mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia, khususnya Kota Surabaya.

“Perjuangan mereka bukan hal yang mudah, mereka terpilih setelah menyingkirkan 70 peserta yang mendaftar”, ujar Pengasuh Sanggar Alang – Alang, Didit Hape. Setelah pengumuman lolos pada tanggal 4 Februari lalu, pengasuh sanggar  langsung mengkarantina mereka. Harapannya,  dari kedelapan anak – anak tersebut dapat mengompakkan dirinya, dengan mencoba teknik pendekatan etika, norma, dan agama. Karena anak jalanan yang identik dengan dunianya yang keras dan bebas.

Mereka akan bergabung dengan anak-anak jalanan lain dari kota-kota di Indonesia yang akan membentuk tim sepak bola putra dan tim sepak bola putri dalam pertandingan Piala Dunia 2014 pada Juni mendatang.

Senin, 29 September 2014

Pemujaan Kera di desa Ngujang Tulungagung


Di utara kota Tulungagung terdapat desa Ngujang. Desa tersebut menurut saya berbeda dari desa- desa yang ada di Tulungagung. Karena terdapat ratusan monyet hidup di area kuburan. Area pesugihan ‘kethek’  berada di kompleks pemakaman umum, di sebelah selatan Sungai Brantas, tepatnya di sisi utara Desa Ngujang. Di tempat tersebut, terdapat dua makam umum di sisi kiri dan kanan. Kedua makam itu saling berhadap-hadapan dan hanya dipisah jalan raya.
Daerah Ngujang sering digunakan sebagai tempat pemujaan ritual ngipri monyet. Menurut dari cerita yang saya dengar pesugihan di Ngujang tersebut sering dilakukan oleh orang- orang yang mencari kekayaan dengan cara yang tidak halal, misalnya saja mereka- mereka yang ingin usaha berdagangnya laris. Namun untuk mendapatkan hal tersebut sang pemuja terlebih dahulu haruslah mengikuti perjanjian- perjanjian khusus yang harus dipenuhi sebagai mas kawin. Misalnya saja sang pemuja harus bersedia menjadi penghuni makam Ngujang dan berkumpul bersama kethek-kethek yang ada di sana ketika meninggal. Pada saat hidup sang pemuja juga wajib memberi tumbal kepada mahkluk ghaib yang menguasai makam Ngujang. Biasanya yang menjadi tumbal adalah dari keluarganya sendiri.
Namun, dari sejarah yang menyebar di masyarakat Tulungagung. Kethek – kethek yang ada di makam Ngujang tersebut adalah perwujudan sang pemuja pesugihan yang sudah meninggal, termasuk wujud tumbal yang pernah dijadikan persembahan sang pemuja semasa hidupnya.
Ngujang tidak hanya terkenal dengan daerah ‘pengiprian monyet’ namun disana juga dikenal sebagai lokalisasi atau komplek  para pekerja seks komersial (PSK). Mungkin itu adalah salah satu alasan daerah Tulungagung masih kental mengenai tradisi dan adat Jawa.
Jangan jadikan hal diatas sebagai pemahaman kalau kota Tulungagung adalah kota yang penuh dengan mistis tetapi jadikanlah sebagai penambahan wawasan. Semoga bermanfaat…




Rabu, 24 September 2014

STREET POTRAIT PHOTOGRAPHY

STREET POTRAIT PHOTOGRAPHY

Street Potrait Fotografi menurut Wikipedia adalah subjek yang diambil ditempat umum bisa berupa jalanan, taman, pantai, pusat belanja, dan lain-lain tanpa harus diarahkan atau diatur. Street fotografi bertolak belakang tentang subjek dengan situasi/ kondisi kekerasan, kepedihan, dan mengerikan.

Street Potrait Fotografi sangat dekat dengan fotografi jurnalistik, human interest, dan budaya. Namun, teknik pengambilan fotografi jalanan sedikit menantang bagi kita karena kita harus jeli dengan moment di jalanan.
 Membidik sebuah objek di jalan terutamam objek manusia haruslah lebih teliti dan foto harus memiliki makna. Bukan hanya memfoto objek secara candid tetapi kita harus tau latar belakang dari foto yang kita ambil. Misalnya saja dengan bertanya ke objek foto tentang keseharian, pekerjaan, dan lain lain. Sehingga foto yang diambil akan lebih memiliki esensi yang lebih menarik.

 objek nenek tua penjual kacang rebus di taman Bungkul Surabaya

Untuk membuat foto street fotografi yang bagus, dibutuhkan karakter yang kuat/menarik, ekspresi yang hidup dan cerita yang menyentuh. Memotret dengan kamera compact bisa juga efektif terutama memotret dari jarak dekat. Subjek tidak akan merasa terintimidasi dan bereaksi seperti saat kita mengunakan kamera DSLR dan lensa yang besar
 objek seorang pemulung tua di jalan Taman Pahlawan Surabaya
 pelajar sekolah menengah pertama sedang menyebrang jalan

terimakasih, semoga bermanfaat--


BUKAN SEBUAH IMPIAN



-BUKAN SEBUAH IMPIAN -
-Inang Tri Handayani-
Hidup bukan untuk dinanti
Sebuah langkah yang harus dijalani demi sebuah kejayaan
Setidak kita mengelak Tuhan telah berkehendak
Sepasrah apapun Tuhan telah merencanakan
Kemustahilan tidak tertuang didalamnya
                Arti kebahagiaan bukan penentu kejayaan
                Hanya sandiwaralah penuhi memorimu
                Logika tak main dalam memikirkannya
                Dan kenyataan tak seindah bunga mimpi
Tengok  sisi sisi kecilmu
Bahagiakan mereka? Susahkah mereka?
Lantas, bersuarakah tanganmu?
Rindukah  hatimu berkata ?
                hidup bukan sekedar impian
                penjelajahan pendakian demi sebuah pencarian
                ombak dasyat lebih ringan dari tumpukan batuan
                yang siap menindas jika salah menginjaknya
semua diciptakan untuk siapa
tangan kita untuk merangkul siapa
kaki kita untuk melangkah kemana
mulut kita untuk mengatakan apa

                ingat, hidupmu  untuk orang lain
                rangkulah mereka selagi sampai tanganmu
                perjuangkan impian demi kebahagian mereka
                karena, impian mu adalah senyum mereka

Menulis Adalah Hal Yang Mudah!!

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah ― (Rumah Kaca, h. 352)” quote dari Pramoedya Ananta Toer tersebut sudah mewakili pentingnya orang untuk menulis. Siapa yang bilang bahwa menulis adalah suatu kegiatan yang membosankan, kegiatan yang hanya duduk, diam dan berteman alat tulis. Menulis tidak perlu memikirkan hal yang malah mempersulit dirimu untuk menulis. Tulis apapun yang ada di pikiranmu saat itu juga, karena hal itulah dapat membantu kita untuk membuat kata dan menggabungkannya menjadi kalimat bahkan dapat dirangkai menjadi sebuah cerita yang layak dibaca oleh khal layak umum. Itulah yang dimaksud dengan Brainstorming dan membuat Mind Map. Jadi pikiran kita dibiarkan liar untuk berimajinasi dan menuangkan ke dalam kata atau kalimat.

Berikut ini adalah tahapan pembuatan Mind Map
1. Buat batasan topik yang diangkat, misalkan bahasan tetang MMB.
2. Dari topik tersebut mulailah menulis kata apa yang ada dibenak dan fikiranmu pada saat itu juga.
3. Karena dalam membuat mind map tidak memerlukan waktu yang lama, batasi waktunya maksimal 3 menit.
4. Setelah menulis kata, pilih tiga kata yang paling mendekati dengan pencitraan MMB
5. Pada masing- masing kata yang sudah disebutkan, buat tiga kata dari kata yang sudah kita buat sebelumnya. Lakukan percabangan tiga kali tersebut hingga menemukan kata terpanjang.
6. Hal yang terpanjang tersebut akan menjadi hal yang paling anda pikirkan/ alami pada saat itu juga.
7. Dari kata terpanjang angkat menjadi bentuk kalimat  atau paragraf.
 Berikut hasil Mind Map yang saya buat:
MMB | Lulus | TV | Kerja | Metro | Jurnalis | Interaksi | Menulis



Dan 3 paragraf dari mind map terpanjang adalah:

Sebuah prodi baru di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya yakni prodi Multimedia Broadcasting atau sering disebut MMB adalah prodi yang berbeda dari prodi lain di PENS sendiri. Prodi MMB lebih mengutamakan kreatifitas mahasiswanya meskipun tetap dibekali ilmu engineering. MMB membekali mahasiswanya dengan teknik broadcasting dan diimbangi engineering. Awalnya saya memang belum memiliki pandangan jika saya kuliah di MMB apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Yang saya miliki saat itu adalah menulis!

Tetapi dari keterbatasan saya tentang kemahiran yang saya miliki justru saya merasa ada yang berbeda dengan pribadi saya. Saya berharap selepas saya lulus dari MMB saya dapat bekerja di sebuah stasiun TV swasta di Indonesia yakni Metro TV. Bukan karena apa, saya merasa Metro TV merupakan stasiun TV yang nilai jurnalistiknya diunggulkan. Karena hobby saya adalah menulis dan saya ingin memperdalam dan menggali apa yang ada pada diri saya khususnya mengenai menulis.

Karena menurut saya seorang jurnalist memiliki tantangan tersendiri dalam mendapatkan sebuah informasi. Kita harus dituntut untuk sigap dan mengenali benar berita yang ingin kita angkat. Oleh karena itu seorang jurnalist diharuskan untuk gemar dan membiasakan dengan menulis. Bukan hanya sekedar menulis suatu kejadian menjadi sebuah berita tetapi kita juga dituntut untuk berinteraksi dengan objek yang kita angkat sebagai topik bahasan .

Demikian , sedikit bagaimana agar menulis lebih terasa mudah. semoga bermanfaat...

Minggu, 20 April 2014

RENUNGAN MOTIVASI


Jun 22, '09 9:38 PM
untuk semuanya
Bayangkan satu peristiwa yang tidak dapat menahan air mata untuk jatuh berlinang, satu peristiwa bahagia dimana Anda dapat berkumpul dengan orang-orang yang begitu Anda cintai.

Hadirkan sosok seorang wanita yang rela berdesak-desakan ketika membelikan Anda pakaian ketika lebaran. Seorang wanita yang rela tidur semalaman karena menunggui Anda disaat Anda kecil. Seorang wanita yang rela menggadaikan nyawanya agar Anda tetap hidup ketika melahirkan Anda. Seorang wanita yang tidak pernah meminta balas budi sedikit pun dari segala kelelahan dan pengorbanannya. Seorang wanita yang mungkin sampai hari ini belum sempat Anda bahagiakan. Seorang wanita yang sangat berharap anda bisa menjadi bagian dari kebahigaan dalam hidupnya.

Hadirkan seorang wanita bernama Ibu yang selama ini mungkin sering kita tidak pedulikan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini sering kita abaikan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini sering kita remehkan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini tidak pernah kita hargai pengorbanannya. Hadirkan seorang ibu yang selama ini menginginkan kebahagiaan untuk Anda dalam desahan do’a-do’a malamnya. Dalam butiran-butiran air matanya dan dalam kesedihannya memikirkan kebahagiaan untuk diri Anda. Seorang wanita yang berharap Anda dapat menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang dapat menyelematkan mereka di akhirat. Ketika tidak ada yang mampu menyelematkan kecuali anak yang sholeh dan sholehah.

Sekarang hadirkan seorang laki-laki yang selama ini telah berkorban banyak untuk Anda, seorang laki-laki yang bernama Ayah. Yang rela kerja keras siang dan malam hanya agar Anda bisa bersekolah, kuliah dan dapat pendidikan yang layak seperti teman-teman anda yang lain. Seorang laki-laki yang tidurnya tidak pernah nyenyak, karena memikirkan pakaian Anda yang sudah tidak layak pakai lagi. Dan memikirkan biaya sekolah yang harus dibayarnya besok pagi. Yang bekerja dengan ikhlas dan jujur karena tidak rela anaknya diberikan makanan yang haram walaupun sedikit.

Hadirkan sosok Ayah Anda yang selama ini yang mungkin Anda jarang dapat membantunya, meringankan pekerjaan-pekerjaannya. Yang selama ini mungkin Anda sering menuntut banyak diluar kemampuannya.

Apakah anda tidak ingin membuat mereka bahagia suatu saat nanti? Sebelum bendera kuning tertambat di jalan-jalan menuju rumah Anda? Sebelum memberikan hadiah pakaian untuk yang terakhir kalinya yaitu kain kafan. Sebelum kita mengecup kening dan tangannya untuk yang terakhir kali, sebelum kita menghantarkannya ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Apakah anda tidak ingin membuat mereka tersenyum bahagia melihat Anda telah menjadi anak kebanggaannya dari anak-anak yang pernah dilahirkan dan dididiknya? Apakah anda tidak ingin satu saat nanti bisa menggendong ibu Anda dari Shofa ke Marwa, menghantarkan ayah Anda untuk mencium Batu Hajar Aswad bersama-sama? Dan meminumkan air zam-zam langsung dari sumbernya, mungkin itu impian dan harapan besar mereka kepada diri Anda. Dan mereka ingin Anda pun menjadi amal jariah bagi mereka. Apakah Anda tidak ingin menyelamatkan mereka nanti di akhirat?

Jadilah yang terbaik hari ini. Belajar terus jangan pernah menyerah, berjuanglah untuk harapan besar orang-orang yang mencintai Anda. Jadilah bukti jangan menunggu bukti, kalau tidak oleh kita maka siapa lagi. Jika tidak sekarang ini kapan lagi. Dan jika tidak disini dimana lagi. Lakukan yang terbaik!




Tertegun hati ini saat membaca sebuah Wise Word dari seorang teman di Facebook dengan isi yang cukup menyentuh berikut ini:
Apa yang kau alami kini mungkin tak dapat engkau mengerti, satu hal tanamkan di hati, Dia punya rencana yang terbaik bagimu…tangan Tuhan sedang merenda dalam hidupmu..akan tiba saatnya nanti..pelanggi akan menghiasi dihatimu…
Teringat kembali sebuah cerita beberapa tahun lalu yang sempat saya baca tentang seorang ibu yang sedang menyulam dan anaknya yang masih kecil yang memandang sulaman ibunya dari bawah.

Sang anak bertanya kepada ibunya, “Mama, mama ngapain bikin benang ribet acak-acakan seperti itu? apa yang sedang mama kerjakan?”, sang ibu pun tersenyum mendengar perkataan anaknya dan tetap asik meneruskan sulamannya.
Sang anak semakin bingung karena hanya melihat senyuman dari bibir ibunya sambil terus melihat benang-benang yang semakin tampak kusut yang tampak dari bawah saat ibunya sedang menyulam. Akhirnya sang ibu pun berhenti dari aktivitasnya dan menggendong anaknya dan kemudian memangkunya sambil menunjukkan apa yang dari tadi beliau kerjakan. Sang anak pun kaget melihat pemandangan yang begitu indah yang tampak dari atas sementara jika dilihat dari bawah hanya tampak benang kusut yang tidak jelas bentuknya.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini adalah, kadang kita merasa hidup kita ini menjadi demikian sulitnya, ribetnya, seperti benang kusut dari sulaman seorang ibu dari cerita tersebut. Kita harus yakin bahwa Allah SWT sedang merenda hidup kita menjadi sesuatu yang baik. Allah tahu apa yang terbaik untuk kita. Dan Dia pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita karena Allah sayang kepada kita.
Mungkin sudah seharusnya kita belajar untuk ikhlas menerima setiap apa yang diberikan Allah kepada kita sambil terus berikhtiar untuk mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT…


Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram
http://karangan.web.id/wp-content/themes/Perfecta/images/date.pngOctober 24th, 2010 http://karangan.web.id/wp-content/themes/Perfecta/images/user.pngrizko
Sering dalam hidup ini kita mengalami kegundahan-kegundahan yang membuat hati ini menjadi tidak tenang, menjadi tidak tenteram. Terasa sesak dan bingung apa yang mesti diperbuat untuk membuat kegundahan-kegundahan itu sirna. Keteteraman itu ternyata adalah sesuatu yang sangat berharga, dengan tenteramnya hati kita akan dengan senangnya menjalani hidup ini, segalanya menjadi terasa mudah dan menyenangkan.
Beberapa hari terakhir, kegundahan-kegundahan itu muncul mendera hati ini. Banyak faktor yang mungkin menjadi penyebabnya, diantaranya adalah kangen dengan istri, keluarga, rasa bosan dan jenuh di rantau, dan yang terakhir tugas berupa thesis yang harus diselesaikan dengan tenggat waktu tertentu yang membuat hati ini menjadi semakin gundah sehingga hati ini menjadi semakin tidak tenteram.
Kegundahan demi kegundahan yang membuat hati ini menjadi tidak tenteram pada dasarnya adalah hal yang normatif dialami oleh setiap manusia, seperti halnya kegundahan Siti Hajar yang berlari-lari kecil dari bukit safa dan bukit marwah sebanyak 7 kali pulang pergi untuk mencari air untuk anaknya yaitu Nabi Ismail AS walaupun dia yakin 100% bahwa Allah SWT pasti menolongnya. Mungkin ini jualah yang sedang dialami oleh “Gunung Merapi” yang sedang memuntahkan unek-uneknya kepada Sang Pencipta Alam Raya yaitu Allah SWT.
Ya Allah, kegundahan itu benar-benar kurasakan kemarin, gak enak rasanya, bingung mau ngapain, sesak rasanya dada ini, gundah gulana rasanya hati ini sampai terbaca seuntai kalimatMu di sebuah kalender yang terpasang di lemari “Ingatlah, hanya dengan meningat Allah hati menjadi tenteram“. Tersadar hati ini, bahwa ada Allah SWT yang mampu memecahkan berbagai persoalan dalam hidup ini, yang mampu menghilangkan kegundahan dalam hati ini dan mampu menenteramkan jiwa yang labil ini. Ya Allah, Engkau pasti tahu apa yang tersimpan dalam hati ini, tenangkanlah jiwa hamba, berilah hamba kekuatan dalam menjalani hidup ini sehingga jiwa hamba menjadi jiwa yang tegar, mudahkanlah segala urusan hamba dan keluarga hamba dan berilah hamba kekuatan untuk menjalaninya. Jadikanlah hambaMu ini sebagai hamba yang selalu yakin akan pertolonganMu, dan jadikanlah hambaMu ini menjadi hambaMu yang selalu ingat bahwa hanya dengan mengingatMu hati ini menjadi tenteram. Amiiin ya Allah…
Alhamdulillah, kegundahan itu sedikit demi sedikit sirna berkat pertolonganMu ya Allah. Hamba yakin Engkau selalu dekat, hanya saja mungkin hambaMu inilah yang selalu menjauh dariMu… Terima kasih ya Allah atas karunia sebuah keluarga yang selalu memberikan semangat yang mampu menenteramkan hati ini… Alhamdulillah…

Hikmah dari setiap kejadian
http://karangan.web.id/wp-content/themes/Perfecta/images/date.pngJanuary 16th, 2012 http://karangan.web.id/wp-content/themes/Perfecta/images/user.pngrizko
Mmm, sudah lama juga gak nulis lagi di blog tercinta ini, terakhir Oktober 2011 kemarin sempet memasukkan artikel tentang sebuah software yang cukup menarik untuk diinstall di komputer kita. Nah kali ini saya ingin berbagi kisah tentang kejadian-kejadian yang terjadi sebulan terakhir yang Insya Allah bisa diambil hikmahnya.
Bermula dari sebuah e-mail yang datang dari “Landlord – yang punya rumah” yang tiba-tiba dan tanpa kami sangka meminta kami untuk keluar dari rumah yang kamarnya kami kontrak, terus terang pada saat mendengar kabar itu istri saya kaget luar biasa, gimana nggak kaget lah 1 minggu sebelumnya “Landlord” tersebut datang ke rumah yang kami kontrak dan tidak berbicara apa2 dan tetap baik seperti biasanya bahkan sebelum pulang dia berencana memotong biaya “Rent” yang kami bayarkan. Salah satu alasan diawal email yang dikirimkan bahwa rumahnya tidak layak bagi anak kami yang Insya Allah akan keluar dari rumah sakit dalam waktu dekat, tapi setelah berbalas pantun lewat email tampaklah bahwa ini bukanlah alasan utama yang membuat kami harus hengkang dari rumahnya, tapi ya sudahlah sepertinya hal itu gak perlu saya tulis di sini biar ini menjadi rahasia kami dan Allah SWT.
Mencari rumah atau kamar yang bisa menerima anak bayi bukanlah hal yang mudah kami lakukan di Adelaide, Australia, apalagi Insya Allah kami hanya menyewa untuk waktu sekitar 2 bulanan, di saat orang-orang bergembira menyambut tahun baru kami justru kebingungan mencari tempat tinggal yang baru, ada saja hal-hal yang membuat seseorang berubah pikiran atau ada saja penghalang-penghalang yang tiba-tiba muncul menghadang kami. Karena sudah pusing dan stress, saya bilang ke istri “Kita serahkan saja sama Allah segala urusan kita”, karena memang sudah cape’ terutama cape’ pikiran kami pun langsung tertidur pulas.
Esok harinya cahaya terang sedikit demi sedikit mulai terbuka, akhirnya ada juga rumah/kamar yang bisa kami sewa dan gak masalah dengan kemungkinan adanya anak bayi nantinya, hari itu juga kami cek ricek, lokasinya sekitar 4 km dari rumah sakit tempat anak kami menginap, duh jauh juga pikir kami sehingga terbersit untuk membeli mobil bekas yang bisa kami gunakan untuk mengunjungi anak kami di rumah sakit. Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada setiap hambaNya, tiba-tiba ada tawaran untuk menggunakan mobil dari seorang teman yang sekarang sudah kembali ke Indonesia (Semoga mas sekeluarga selalu mendapat rahmat dari Allah SWT) dan mobilnya siap dan bisa kami gunakan saat kami pindah rumah, jadi praktis kami mendapatkan rumah baru yang bisa kami sewa dan sebuah mobil yang bisa kami gunakan secara gratis. Semoga kami bisa pulang kembali ke Indonesia tepat waktu, dan semoga anak kami segera sehat dan siap terbang. Amiiin…  Alhamdulillah…
Dari sini kami bisa mengambil pelajaran bahwa dari setiap kejadian yang terjadi pasti ada hikmah yang bisa kita ambil, dan dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan dari Allah SWT…
Semoga kami bisa menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur, sabar dan jauh dari sifat kufur akan nikmat yang Allah berikan… Amiiiin…