|
Jun 22, '09 9:38 PM
untuk semuanya |
Bayangkan satu peristiwa yang tidak
dapat menahan air mata untuk jatuh berlinang, satu peristiwa bahagia dimana
Anda dapat berkumpul dengan orang-orang yang begitu Anda cintai.
Hadirkan sosok seorang wanita yang rela berdesak-desakan ketika membelikan Anda pakaian ketika lebaran. Seorang wanita yang rela tidur semalaman karena menunggui Anda disaat Anda kecil. Seorang wanita yang rela menggadaikan nyawanya agar Anda tetap hidup ketika melahirkan Anda. Seorang wanita yang tidak pernah meminta balas budi sedikit pun dari segala kelelahan dan pengorbanannya. Seorang wanita yang mungkin sampai hari ini belum sempat Anda bahagiakan. Seorang wanita yang sangat berharap anda bisa menjadi bagian dari kebahigaan dalam hidupnya.
Hadirkan seorang wanita bernama Ibu yang selama ini mungkin sering kita tidak pedulikan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini sering kita abaikan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini sering kita remehkan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini tidak pernah kita hargai pengorbanannya. Hadirkan seorang ibu yang selama ini menginginkan kebahagiaan untuk Anda dalam desahan do’a-do’a malamnya. Dalam butiran-butiran air matanya dan dalam kesedihannya memikirkan kebahagiaan untuk diri Anda. Seorang wanita yang berharap Anda dapat menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang dapat menyelematkan mereka di akhirat. Ketika tidak ada yang mampu menyelematkan kecuali anak yang sholeh dan sholehah.
Sekarang hadirkan seorang laki-laki yang selama ini telah berkorban banyak untuk Anda, seorang laki-laki yang bernama Ayah. Yang rela kerja keras siang dan malam hanya agar Anda bisa bersekolah, kuliah dan dapat pendidikan yang layak seperti teman-teman anda yang lain. Seorang laki-laki yang tidurnya tidak pernah nyenyak, karena memikirkan pakaian Anda yang sudah tidak layak pakai lagi. Dan memikirkan biaya sekolah yang harus dibayarnya besok pagi. Yang bekerja dengan ikhlas dan jujur karena tidak rela anaknya diberikan makanan yang haram walaupun sedikit.
Hadirkan sosok Ayah Anda yang selama ini yang mungkin Anda jarang dapat membantunya, meringankan pekerjaan-pekerjaannya. Yang selama ini mungkin Anda sering menuntut banyak diluar kemampuannya.
Apakah anda tidak ingin membuat mereka bahagia suatu saat nanti? Sebelum bendera kuning tertambat di jalan-jalan menuju rumah Anda? Sebelum memberikan hadiah pakaian untuk yang terakhir kalinya yaitu kain kafan. Sebelum kita mengecup kening dan tangannya untuk yang terakhir kali, sebelum kita menghantarkannya ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Apakah anda tidak ingin membuat mereka tersenyum bahagia melihat Anda telah menjadi anak kebanggaannya dari anak-anak yang pernah dilahirkan dan dididiknya? Apakah anda tidak ingin satu saat nanti bisa menggendong ibu Anda dari Shofa ke Marwa, menghantarkan ayah Anda untuk mencium Batu Hajar Aswad bersama-sama? Dan meminumkan air zam-zam langsung dari sumbernya, mungkin itu impian dan harapan besar mereka kepada diri Anda. Dan mereka ingin Anda pun menjadi amal jariah bagi mereka. Apakah Anda tidak ingin menyelamatkan mereka nanti di akhirat?
Jadilah yang terbaik hari ini. Belajar terus jangan pernah menyerah, berjuanglah untuk harapan besar orang-orang yang mencintai Anda. Jadilah bukti jangan menunggu bukti, kalau tidak oleh kita maka siapa lagi. Jika tidak sekarang ini kapan lagi. Dan jika tidak disini dimana lagi. Lakukan yang terbaik!
Hadirkan sosok seorang wanita yang rela berdesak-desakan ketika membelikan Anda pakaian ketika lebaran. Seorang wanita yang rela tidur semalaman karena menunggui Anda disaat Anda kecil. Seorang wanita yang rela menggadaikan nyawanya agar Anda tetap hidup ketika melahirkan Anda. Seorang wanita yang tidak pernah meminta balas budi sedikit pun dari segala kelelahan dan pengorbanannya. Seorang wanita yang mungkin sampai hari ini belum sempat Anda bahagiakan. Seorang wanita yang sangat berharap anda bisa menjadi bagian dari kebahigaan dalam hidupnya.
Hadirkan seorang wanita bernama Ibu yang selama ini mungkin sering kita tidak pedulikan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini sering kita abaikan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini sering kita remehkan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini tidak pernah kita hargai pengorbanannya. Hadirkan seorang ibu yang selama ini menginginkan kebahagiaan untuk Anda dalam desahan do’a-do’a malamnya. Dalam butiran-butiran air matanya dan dalam kesedihannya memikirkan kebahagiaan untuk diri Anda. Seorang wanita yang berharap Anda dapat menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang dapat menyelematkan mereka di akhirat. Ketika tidak ada yang mampu menyelematkan kecuali anak yang sholeh dan sholehah.
Sekarang hadirkan seorang laki-laki yang selama ini telah berkorban banyak untuk Anda, seorang laki-laki yang bernama Ayah. Yang rela kerja keras siang dan malam hanya agar Anda bisa bersekolah, kuliah dan dapat pendidikan yang layak seperti teman-teman anda yang lain. Seorang laki-laki yang tidurnya tidak pernah nyenyak, karena memikirkan pakaian Anda yang sudah tidak layak pakai lagi. Dan memikirkan biaya sekolah yang harus dibayarnya besok pagi. Yang bekerja dengan ikhlas dan jujur karena tidak rela anaknya diberikan makanan yang haram walaupun sedikit.
Hadirkan sosok Ayah Anda yang selama ini yang mungkin Anda jarang dapat membantunya, meringankan pekerjaan-pekerjaannya. Yang selama ini mungkin Anda sering menuntut banyak diluar kemampuannya.
Apakah anda tidak ingin membuat mereka bahagia suatu saat nanti? Sebelum bendera kuning tertambat di jalan-jalan menuju rumah Anda? Sebelum memberikan hadiah pakaian untuk yang terakhir kalinya yaitu kain kafan. Sebelum kita mengecup kening dan tangannya untuk yang terakhir kali, sebelum kita menghantarkannya ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Apakah anda tidak ingin membuat mereka tersenyum bahagia melihat Anda telah menjadi anak kebanggaannya dari anak-anak yang pernah dilahirkan dan dididiknya? Apakah anda tidak ingin satu saat nanti bisa menggendong ibu Anda dari Shofa ke Marwa, menghantarkan ayah Anda untuk mencium Batu Hajar Aswad bersama-sama? Dan meminumkan air zam-zam langsung dari sumbernya, mungkin itu impian dan harapan besar mereka kepada diri Anda. Dan mereka ingin Anda pun menjadi amal jariah bagi mereka. Apakah Anda tidak ingin menyelamatkan mereka nanti di akhirat?
Jadilah yang terbaik hari ini. Belajar terus jangan pernah menyerah, berjuanglah untuk harapan besar orang-orang yang mencintai Anda. Jadilah bukti jangan menunggu bukti, kalau tidak oleh kita maka siapa lagi. Jika tidak sekarang ini kapan lagi. Dan jika tidak disini dimana lagi. Lakukan yang terbaik!
Tertegun hati ini saat membaca sebuah Wise Word
dari seorang teman di Facebook dengan isi yang cukup menyentuh berikut ini:
Apa yang kau alami kini mungkin tak dapat engkau
mengerti, satu hal tanamkan di hati, Dia punya rencana yang terbaik
bagimu…tangan Tuhan sedang merenda dalam hidupmu..akan tiba saatnya
nanti..pelanggi akan menghiasi dihatimu…
Teringat kembali sebuah cerita beberapa tahun
lalu yang sempat saya baca tentang seorang ibu yang sedang menyulam dan anaknya
yang masih kecil yang memandang sulaman ibunya dari bawah.
Sang anak bertanya kepada ibunya, “Mama, mama ngapain bikin benang ribet acak-acakan seperti itu? apa yang sedang mama kerjakan?”, sang ibu pun tersenyum mendengar perkataan anaknya dan tetap asik meneruskan sulamannya.
Sang anak bertanya kepada ibunya, “Mama, mama ngapain bikin benang ribet acak-acakan seperti itu? apa yang sedang mama kerjakan?”, sang ibu pun tersenyum mendengar perkataan anaknya dan tetap asik meneruskan sulamannya.
Sang anak semakin bingung karena hanya melihat
senyuman dari bibir ibunya sambil terus melihat benang-benang yang semakin
tampak kusut yang tampak dari bawah saat ibunya sedang menyulam. Akhirnya sang
ibu pun berhenti dari aktivitasnya dan menggendong anaknya dan kemudian
memangkunya sambil menunjukkan apa yang dari tadi beliau kerjakan. Sang anak
pun kaget melihat pemandangan yang begitu indah yang tampak dari atas sementara
jika dilihat dari bawah hanya tampak benang kusut yang tidak jelas bentuknya.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini
adalah, kadang kita merasa hidup kita ini menjadi demikian sulitnya, ribetnya,
seperti benang kusut dari sulaman seorang ibu dari cerita tersebut. Kita harus
yakin bahwa Allah SWT sedang merenda hidup kita menjadi sesuatu yang baik.
Allah tahu apa yang terbaik untuk kita. Dan Dia pasti akan memberikan yang
terbaik untuk kita karena Allah sayang kepada kita.
Mungkin sudah seharusnya kita belajar untuk
ikhlas menerima setiap apa yang diberikan Allah kepada kita sambil terus
berikhtiar untuk mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT…
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram
Sering
dalam hidup ini kita mengalami kegundahan-kegundahan yang membuat hati ini
menjadi tidak tenang, menjadi tidak tenteram. Terasa sesak dan bingung apa yang
mesti diperbuat untuk membuat kegundahan-kegundahan itu sirna. Keteteraman itu
ternyata adalah sesuatu yang sangat berharga, dengan tenteramnya hati kita akan
dengan senangnya menjalani hidup ini, segalanya menjadi terasa mudah dan
menyenangkan.
Beberapa
hari terakhir, kegundahan-kegundahan itu muncul mendera hati ini. Banyak faktor
yang mungkin menjadi penyebabnya, diantaranya adalah kangen dengan istri,
keluarga, rasa bosan dan jenuh di rantau, dan yang terakhir tugas berupa thesis
yang harus diselesaikan dengan tenggat waktu tertentu yang membuat hati ini
menjadi semakin gundah sehingga hati ini menjadi semakin tidak tenteram.
Kegundahan
demi kegundahan yang membuat hati ini menjadi tidak tenteram pada dasarnya
adalah hal yang normatif dialami oleh setiap manusia, seperti halnya kegundahan
Siti Hajar yang berlari-lari kecil dari bukit safa dan bukit marwah sebanyak 7
kali pulang pergi untuk mencari air untuk anaknya yaitu Nabi Ismail AS walaupun
dia yakin 100% bahwa Allah SWT pasti menolongnya. Mungkin ini jualah yang
sedang dialami oleh “Gunung Merapi” yang sedang memuntahkan unek-uneknya kepada
Sang Pencipta Alam Raya yaitu Allah SWT.
Ya
Allah, kegundahan itu benar-benar kurasakan kemarin, gak enak rasanya, bingung
mau ngapain, sesak rasanya dada ini, gundah gulana rasanya hati ini sampai
terbaca seuntai kalimatMu di sebuah kalender yang terpasang di lemari “Ingatlah,
hanya dengan meningat Allah hati menjadi tenteram“. Tersadar hati ini,
bahwa ada Allah SWT yang mampu memecahkan berbagai persoalan dalam hidup ini,
yang mampu menghilangkan kegundahan dalam hati ini dan mampu menenteramkan jiwa
yang labil ini. Ya Allah, Engkau pasti tahu apa yang tersimpan dalam hati ini,
tenangkanlah jiwa hamba, berilah hamba kekuatan dalam menjalani hidup ini
sehingga jiwa hamba menjadi jiwa yang tegar, mudahkanlah segala urusan hamba dan
keluarga hamba dan berilah hamba kekuatan untuk menjalaninya. Jadikanlah
hambaMu ini sebagai hamba yang selalu yakin akan pertolonganMu, dan jadikanlah
hambaMu ini menjadi hambaMu yang selalu ingat bahwa hanya dengan mengingatMu
hati ini menjadi tenteram. Amiiin ya Allah…
Alhamdulillah,
kegundahan itu sedikit demi sedikit sirna berkat pertolonganMu ya Allah. Hamba
yakin Engkau selalu dekat, hanya saja mungkin hambaMu inilah yang selalu
menjauh dariMu… Terima kasih ya Allah atas karunia sebuah keluarga yang selalu
memberikan semangat yang mampu menenteramkan hati ini… Alhamdulillah…
Hikmah dari setiap kejadian
Mmm,
sudah lama juga gak nulis lagi di blog tercinta ini, terakhir Oktober 2011
kemarin sempet memasukkan artikel tentang sebuah software yang cukup menarik
untuk diinstall di komputer kita. Nah kali ini saya ingin berbagi kisah tentang
kejadian-kejadian yang terjadi sebulan terakhir yang Insya Allah bisa diambil
hikmahnya.
Bermula
dari sebuah e-mail yang datang dari “Landlord – yang punya rumah” yang
tiba-tiba dan tanpa kami sangka meminta kami untuk keluar dari rumah yang
kamarnya kami kontrak, terus terang pada saat mendengar kabar itu istri saya
kaget luar biasa, gimana nggak kaget lah 1 minggu sebelumnya “Landlord” tersebut
datang ke rumah yang kami kontrak dan tidak berbicara apa2 dan tetap baik
seperti biasanya bahkan sebelum pulang dia berencana memotong biaya “Rent” yang
kami bayarkan. Salah satu alasan diawal email yang dikirimkan bahwa rumahnya
tidak layak bagi anak kami yang Insya Allah akan keluar dari rumah sakit dalam
waktu dekat, tapi setelah berbalas pantun lewat email tampaklah bahwa ini
bukanlah alasan utama yang membuat kami harus hengkang dari rumahnya, tapi ya
sudahlah sepertinya hal itu gak perlu saya tulis di sini biar ini menjadi
rahasia kami dan Allah SWT.
Mencari
rumah atau kamar yang bisa menerima anak bayi bukanlah hal yang mudah kami
lakukan di Adelaide, Australia, apalagi Insya Allah kami hanya menyewa untuk
waktu sekitar 2 bulanan, di saat orang-orang bergembira menyambut tahun baru
kami justru kebingungan mencari tempat tinggal yang baru, ada saja hal-hal yang
membuat seseorang berubah pikiran atau ada saja penghalang-penghalang yang
tiba-tiba muncul menghadang kami. Karena sudah pusing dan stress, saya bilang
ke istri “Kita serahkan saja sama Allah segala urusan kita”, karena memang
sudah cape’ terutama cape’ pikiran kami pun langsung tertidur pulas.
Esok
harinya cahaya terang sedikit demi sedikit mulai terbuka, akhirnya ada juga
rumah/kamar yang bisa kami sewa dan gak masalah dengan kemungkinan adanya anak
bayi nantinya, hari itu juga kami cek ricek, lokasinya sekitar 4 km dari rumah
sakit tempat anak kami menginap, duh jauh juga pikir kami sehingga terbersit
untuk membeli mobil bekas yang bisa kami gunakan untuk mengunjungi anak kami di
rumah sakit. Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada setiap hambaNya,
tiba-tiba ada tawaran untuk menggunakan mobil dari seorang teman yang sekarang
sudah kembali ke Indonesia (Semoga mas sekeluarga selalu mendapat rahmat dari
Allah SWT) dan mobilnya siap dan bisa kami gunakan saat kami pindah rumah, jadi
praktis kami mendapatkan rumah baru yang bisa kami sewa dan sebuah mobil yang
bisa kami gunakan secara gratis. Semoga kami bisa pulang kembali ke Indonesia tepat
waktu, dan semoga anak kami segera sehat dan siap terbang. Amiiin…
Alhamdulillah…
Dari
sini kami bisa mengambil pelajaran bahwa dari setiap kejadian yang terjadi
pasti ada hikmah yang bisa kita ambil, dan dalam setiap kesulitan pasti ada
kemudahan dari Allah SWT…
Semoga
kami bisa menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur, sabar dan jauh dari sifat
kufur akan nikmat yang Allah berikan… Amiiiin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar