Selasa, 30 September 2014

Delapan Anak Jalanan Surabaya Tampil di Brazil

Surabaya (26/2), delapan anak jalanan bimbingan Sanggar Alang – Alang Surabaya bakal membela Negara Indonesia untuk beradu dalam Piala Dunia 2014 yang akan terselenggara di Brazil pada bulan Juni mendatang. Acara tersebut menyelenggarakan pertandingan sepak bola yang memang khusus untuk anak – anak jalanan. 
 
Delapan anak dari Sanggar Alang - Alang yang akan berangkat ke Brasil yakni Muhamad Ayub, Muhamad Malik, Siti Nur Qomariah, Muhamad Yasidur Rozaq, Eko Siswandi, Rizqi Rahmadi, Muhamad Mukti, serta Yusuf Eko Saputro. Siti Nur Qomariah menjadi satu-satunya anak perempuan yang berangkat ke Brazil.
  
“Anak-anak ini memberi inspirasi bahwa kalau mereka mau, ya mereka bisa. Tidak ada yang tidak mungkin”,  kata Wali Kota Surabaya Tri Risma hari ini di ruang kerjanya, Selasa, 25 Februari 2014.
Wali kota perempuan di Surabaya  tersebut mengaku bangga dengan prestasi  anak- anak jalanan. Pasalnya, anak jalanan Surabaya tidak sepenuhnya jadi sampah masyarakat namun mereka buktikan jika mereka mampu mengharumkan nama Surabaya. Beliau berharap anak - anak  mampu berprestasi maksimal dalam pertandingan di Brazil. Tuturnya, yang terpenting bukanlah soal menang dan kalah, namun dapat mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia, khususnya Kota Surabaya.

“Perjuangan mereka bukan hal yang mudah, mereka terpilih setelah menyingkirkan 70 peserta yang mendaftar”, ujar Pengasuh Sanggar Alang – Alang, Didit Hape. Setelah pengumuman lolos pada tanggal 4 Februari lalu, pengasuh sanggar  langsung mengkarantina mereka. Harapannya,  dari kedelapan anak – anak tersebut dapat mengompakkan dirinya, dengan mencoba teknik pendekatan etika, norma, dan agama. Karena anak jalanan yang identik dengan dunianya yang keras dan bebas.

Mereka akan bergabung dengan anak-anak jalanan lain dari kota-kota di Indonesia yang akan membentuk tim sepak bola putra dan tim sepak bola putri dalam pertandingan Piala Dunia 2014 pada Juni mendatang.

Senin, 29 September 2014

Pemujaan Kera di desa Ngujang Tulungagung


Di utara kota Tulungagung terdapat desa Ngujang. Desa tersebut menurut saya berbeda dari desa- desa yang ada di Tulungagung. Karena terdapat ratusan monyet hidup di area kuburan. Area pesugihan ‘kethek’  berada di kompleks pemakaman umum, di sebelah selatan Sungai Brantas, tepatnya di sisi utara Desa Ngujang. Di tempat tersebut, terdapat dua makam umum di sisi kiri dan kanan. Kedua makam itu saling berhadap-hadapan dan hanya dipisah jalan raya.
Daerah Ngujang sering digunakan sebagai tempat pemujaan ritual ngipri monyet. Menurut dari cerita yang saya dengar pesugihan di Ngujang tersebut sering dilakukan oleh orang- orang yang mencari kekayaan dengan cara yang tidak halal, misalnya saja mereka- mereka yang ingin usaha berdagangnya laris. Namun untuk mendapatkan hal tersebut sang pemuja terlebih dahulu haruslah mengikuti perjanjian- perjanjian khusus yang harus dipenuhi sebagai mas kawin. Misalnya saja sang pemuja harus bersedia menjadi penghuni makam Ngujang dan berkumpul bersama kethek-kethek yang ada di sana ketika meninggal. Pada saat hidup sang pemuja juga wajib memberi tumbal kepada mahkluk ghaib yang menguasai makam Ngujang. Biasanya yang menjadi tumbal adalah dari keluarganya sendiri.
Namun, dari sejarah yang menyebar di masyarakat Tulungagung. Kethek – kethek yang ada di makam Ngujang tersebut adalah perwujudan sang pemuja pesugihan yang sudah meninggal, termasuk wujud tumbal yang pernah dijadikan persembahan sang pemuja semasa hidupnya.
Ngujang tidak hanya terkenal dengan daerah ‘pengiprian monyet’ namun disana juga dikenal sebagai lokalisasi atau komplek  para pekerja seks komersial (PSK). Mungkin itu adalah salah satu alasan daerah Tulungagung masih kental mengenai tradisi dan adat Jawa.
Jangan jadikan hal diatas sebagai pemahaman kalau kota Tulungagung adalah kota yang penuh dengan mistis tetapi jadikanlah sebagai penambahan wawasan. Semoga bermanfaat…




Rabu, 24 September 2014

STREET POTRAIT PHOTOGRAPHY

STREET POTRAIT PHOTOGRAPHY

Street Potrait Fotografi menurut Wikipedia adalah subjek yang diambil ditempat umum bisa berupa jalanan, taman, pantai, pusat belanja, dan lain-lain tanpa harus diarahkan atau diatur. Street fotografi bertolak belakang tentang subjek dengan situasi/ kondisi kekerasan, kepedihan, dan mengerikan.

Street Potrait Fotografi sangat dekat dengan fotografi jurnalistik, human interest, dan budaya. Namun, teknik pengambilan fotografi jalanan sedikit menantang bagi kita karena kita harus jeli dengan moment di jalanan.
 Membidik sebuah objek di jalan terutamam objek manusia haruslah lebih teliti dan foto harus memiliki makna. Bukan hanya memfoto objek secara candid tetapi kita harus tau latar belakang dari foto yang kita ambil. Misalnya saja dengan bertanya ke objek foto tentang keseharian, pekerjaan, dan lain lain. Sehingga foto yang diambil akan lebih memiliki esensi yang lebih menarik.

 objek nenek tua penjual kacang rebus di taman Bungkul Surabaya

Untuk membuat foto street fotografi yang bagus, dibutuhkan karakter yang kuat/menarik, ekspresi yang hidup dan cerita yang menyentuh. Memotret dengan kamera compact bisa juga efektif terutama memotret dari jarak dekat. Subjek tidak akan merasa terintimidasi dan bereaksi seperti saat kita mengunakan kamera DSLR dan lensa yang besar
 objek seorang pemulung tua di jalan Taman Pahlawan Surabaya
 pelajar sekolah menengah pertama sedang menyebrang jalan

terimakasih, semoga bermanfaat--


BUKAN SEBUAH IMPIAN



-BUKAN SEBUAH IMPIAN -
-Inang Tri Handayani-
Hidup bukan untuk dinanti
Sebuah langkah yang harus dijalani demi sebuah kejayaan
Setidak kita mengelak Tuhan telah berkehendak
Sepasrah apapun Tuhan telah merencanakan
Kemustahilan tidak tertuang didalamnya
                Arti kebahagiaan bukan penentu kejayaan
                Hanya sandiwaralah penuhi memorimu
                Logika tak main dalam memikirkannya
                Dan kenyataan tak seindah bunga mimpi
Tengok  sisi sisi kecilmu
Bahagiakan mereka? Susahkah mereka?
Lantas, bersuarakah tanganmu?
Rindukah  hatimu berkata ?
                hidup bukan sekedar impian
                penjelajahan pendakian demi sebuah pencarian
                ombak dasyat lebih ringan dari tumpukan batuan
                yang siap menindas jika salah menginjaknya
semua diciptakan untuk siapa
tangan kita untuk merangkul siapa
kaki kita untuk melangkah kemana
mulut kita untuk mengatakan apa

                ingat, hidupmu  untuk orang lain
                rangkulah mereka selagi sampai tanganmu
                perjuangkan impian demi kebahagian mereka
                karena, impian mu adalah senyum mereka

Menulis Adalah Hal Yang Mudah!!

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah ― (Rumah Kaca, h. 352)” quote dari Pramoedya Ananta Toer tersebut sudah mewakili pentingnya orang untuk menulis. Siapa yang bilang bahwa menulis adalah suatu kegiatan yang membosankan, kegiatan yang hanya duduk, diam dan berteman alat tulis. Menulis tidak perlu memikirkan hal yang malah mempersulit dirimu untuk menulis. Tulis apapun yang ada di pikiranmu saat itu juga, karena hal itulah dapat membantu kita untuk membuat kata dan menggabungkannya menjadi kalimat bahkan dapat dirangkai menjadi sebuah cerita yang layak dibaca oleh khal layak umum. Itulah yang dimaksud dengan Brainstorming dan membuat Mind Map. Jadi pikiran kita dibiarkan liar untuk berimajinasi dan menuangkan ke dalam kata atau kalimat.

Berikut ini adalah tahapan pembuatan Mind Map
1. Buat batasan topik yang diangkat, misalkan bahasan tetang MMB.
2. Dari topik tersebut mulailah menulis kata apa yang ada dibenak dan fikiranmu pada saat itu juga.
3. Karena dalam membuat mind map tidak memerlukan waktu yang lama, batasi waktunya maksimal 3 menit.
4. Setelah menulis kata, pilih tiga kata yang paling mendekati dengan pencitraan MMB
5. Pada masing- masing kata yang sudah disebutkan, buat tiga kata dari kata yang sudah kita buat sebelumnya. Lakukan percabangan tiga kali tersebut hingga menemukan kata terpanjang.
6. Hal yang terpanjang tersebut akan menjadi hal yang paling anda pikirkan/ alami pada saat itu juga.
7. Dari kata terpanjang angkat menjadi bentuk kalimat  atau paragraf.
 Berikut hasil Mind Map yang saya buat:
MMB | Lulus | TV | Kerja | Metro | Jurnalis | Interaksi | Menulis



Dan 3 paragraf dari mind map terpanjang adalah:

Sebuah prodi baru di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya yakni prodi Multimedia Broadcasting atau sering disebut MMB adalah prodi yang berbeda dari prodi lain di PENS sendiri. Prodi MMB lebih mengutamakan kreatifitas mahasiswanya meskipun tetap dibekali ilmu engineering. MMB membekali mahasiswanya dengan teknik broadcasting dan diimbangi engineering. Awalnya saya memang belum memiliki pandangan jika saya kuliah di MMB apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Yang saya miliki saat itu adalah menulis!

Tetapi dari keterbatasan saya tentang kemahiran yang saya miliki justru saya merasa ada yang berbeda dengan pribadi saya. Saya berharap selepas saya lulus dari MMB saya dapat bekerja di sebuah stasiun TV swasta di Indonesia yakni Metro TV. Bukan karena apa, saya merasa Metro TV merupakan stasiun TV yang nilai jurnalistiknya diunggulkan. Karena hobby saya adalah menulis dan saya ingin memperdalam dan menggali apa yang ada pada diri saya khususnya mengenai menulis.

Karena menurut saya seorang jurnalist memiliki tantangan tersendiri dalam mendapatkan sebuah informasi. Kita harus dituntut untuk sigap dan mengenali benar berita yang ingin kita angkat. Oleh karena itu seorang jurnalist diharuskan untuk gemar dan membiasakan dengan menulis. Bukan hanya sekedar menulis suatu kejadian menjadi sebuah berita tetapi kita juga dituntut untuk berinteraksi dengan objek yang kita angkat sebagai topik bahasan .

Demikian , sedikit bagaimana agar menulis lebih terasa mudah. semoga bermanfaat...