Surabaya (26/2), delapan anak
jalanan bimbingan Sanggar Alang – Alang Surabaya bakal membela Negara Indonesia
untuk beradu dalam Piala Dunia 2014 yang akan terselenggara di Brazil pada
bulan Juni mendatang. Acara tersebut menyelenggarakan pertandingan sepak
bola yang memang khusus untuk anak – anak jalanan.
Delapan anak dari Sanggar Alang -
Alang yang akan berangkat ke Brasil yakni Muhamad Ayub, Muhamad Malik, Siti Nur
Qomariah, Muhamad Yasidur Rozaq, Eko Siswandi, Rizqi Rahmadi, Muhamad Mukti,
serta Yusuf Eko Saputro. Siti Nur Qomariah menjadi satu-satunya anak perempuan
yang berangkat ke Brazil.
“Anak-anak ini memberi inspirasi
bahwa kalau mereka mau, ya mereka bisa. Tidak ada yang tidak mungkin”, kata Wali Kota Surabaya Tri Risma hari ini di
ruang kerjanya, Selasa, 25 Februari 2014.
Wali kota perempuan di Surabaya tersebut mengaku bangga dengan prestasi anak- anak jalanan. Pasalnya, anak jalanan Surabaya tidak sepenuhnya jadi sampah masyarakat namun mereka buktikan jika
mereka mampu mengharumkan nama Surabaya. Beliau berharap anak - anak
mampu berprestasi maksimal dalam pertandingan di Brazil. Tuturnya, yang
terpenting bukanlah soal menang dan kalah, namun dapat mempersembahkan yang
terbaik untuk Indonesia, khususnya Kota Surabaya.
“Perjuangan mereka bukan hal yang
mudah, mereka terpilih setelah menyingkirkan 70
peserta yang mendaftar”, ujar Pengasuh Sanggar Alang – Alang, Didit Hape.
Setelah pengumuman lolos pada tanggal 4 Februari lalu, pengasuh sanggar
langsung mengkarantina mereka. Harapannya,
dari kedelapan anak – anak tersebut dapat mengompakkan dirinya, dengan
mencoba teknik pendekatan etika, norma, dan agama. Karena anak jalanan yang
identik dengan dunianya yang keras dan bebas.
Mereka akan bergabung dengan anak-anak jalanan lain dari kota-kota di Indonesia yang akan membentuk tim sepak bola putra dan tim sepak bola putri dalam pertandingan Piala Dunia 2014 pada Juni mendatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar