Minggu, 20 Maret 2016

Ulasan Buku Tuhan Maha Romantis (Azhar Nurun Ala)


 “Selalu ada yang berkesan dari setiap kali pertama. Seperti hari ini: saat kali pertama aku menginjakkan kali di kampus impian –kali pertama aku menatapmu”


Buku Tuhan Maha Romantis adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian mencari sosok misterius bernama kak Nisa, kakak tingkat Rijal yang dengan sabar dan telaten memberikan informasi untuk mahasiswa baru Sastra Indonesia di Universitas Indonesia itu. Namun ada sosok lain yang seketika membuat Rizal terlupa dengan senior misterius. Dia adalah seorang perempuan berjilbab panjang merah dan mengenakan baju putih pelantun puisi. Dan saat itu hati Rijal resmi tertawan.  

Benarkah ini jebakan cinta (?) kak Laras si pelantun puisi itu terlihat berbeda dari panita OSPEK lainnya yang memasang wajah menyeramkan tapi senyum manis kak Laras tak bisa terlepas dari pandangan Rijal. Bumi lantas terhenti! Angin berhembus lebih pelan. Hati Rijal, untuk kesekian kalinya tertawan.

Perjalanan panjang Rijal yang semakin sering berkomunikasi dengan kak Laras karena perannya sebagai pembaca puisi dalam acara Petang Puisi hingga pemberian buah kiwi kepada kak Laras dan sebuah janji tiket liburan ke tempat berjulukan The Youngest Country on Earth, New Zealand.

Rizal ingat pesan dari bapaknya bahwa mencintai itu bukan cuma soal rasa suka atau ketertarikan. Bukan hanya soal kekaguman. Lebih dari itu, mencintai itu sebuah keputusan. Bahkan keputusan yang besar. Memang jatuh cinta dengan lawan jenis adalah hal yang fitrah bagi setiap manusia, apalagi saat itu umur Rijal yang berumur tujuh belas tahun. Teringat akan sabda Rosulullah SAW “Tidak ada yang lebih layak bagi dua orang yang saling mencintai kecuali pernikahan”.

Sepeninggal kepergian Laras, datang sosok perempuan yang membuat jatuh hati ibu Rijal dan dipaksanya untuk menikahi perempuan bernama Aira itu. Persiapan pernikahan mulai dipersiapkan Rijal perlahan –lahan membungkus memori tentang kak Laras dan membuka hati kepada Aira. Namun istikharah memang tak melulu dijawab dengan mimpi  setelah mendapat restu dari sang ibu dan kelapangan hati Aira karena hati tidak bisa dipaksakan. Rijal mengurus kepergiannya ke Selandia Baru untuk menemui Laras. Rijal yakin karena Allah akan memberinya petunjuk untuk jalannya yang terbaik dan Tuhan Maha Romantis mempertemukan mereka berdua dalam ikatan suci.

Tapi itulah cinta, ia memang kata kerja dan bukan kata benda. Maka ia terus bergerak tak kenal henti. Ia ditakdirkan menjadi kata yang begitu berkarakter, penuh daya dobrak tapi tetap saja sulit untu didefinisikan. Karena memang Tuhan Maha Romantis!

8 MARET 2014
RIJAL RAFSANJANI & ANNISA LARASATY MENIKAH....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar