Rabu, 14 Januari 2015

Aku memuji-Mu



"Aku memuji-Mu"


Ditengah hutan menanti cahaya datang
Menunggu terdiam berteman keheningan
Malam berkabut mengepung sekujur badan
Mendekap perlahan mengusik ketenangan

                Tanpa ku tahu aku memuji-Mu beserta alam-Mu
                Kemegahan dan keagungan cakrawala-Mu bak surga dunia
                Terhimpit laut hijau menjulang
                Terkepung gemericik sumber kehidupan
                Bersaut teriak sang burung malam

Terpesona aku dengan keindahan surga-Mu
Kau menebar sejuta benih dalam balutan langit pekat
Subhanallah, maha dasyat Engkau ciptakan semesta-Mu
Tanpa ku ragu aku memuji-Mu

-InangHandayani- 

Minggu, 04 Januari 2015

HARGA BBM TURUN, INFLASI 2015 NAIK

Naskah Berita TV 
RDR -SOT


LEAD IN:

SEJAK TANGGAL SATU JANUARI 2015 / PEMERINTAH INDONESIA MENETAPKAN PENURUNAN HARGA BBM// KABAR INI TIDAK HANYA DISAMBUT BAIK OLEH MASYARAKAT INDONESIA TETAPI JUGA BAGI BANK INDONESIA (B-I) DALAM MENGENDALIKAN INFLASI// GUBERNUR BANK INDONESI (B-I) AGUS MARTOWARDOJO/ MENYAMBUT BAIK KEBIJAKAN PEMERINTAH /YANG MEMBUAT HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (B-B-M) BERSUBSIDI TURUN// TURUNNYA HARGA BBM INI / DAPAT BERDAMPAK CUKUP BAIK BAGI INFLASI TAHUN INI//

ROLL SOT : GUBERNUR BANK INDONESIA AGUS MARTOWARDOJO

" Ditahun 2015 kami melihat pemerintah mengumumkan tentang penurunan harga BBM. Ini akan ada dampak bagus untuk kami bisa mengendalikan inflasi lebih jauh ."


"Sebagaimana diketahui, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter pada November tahun lalu, membuat laju inflasi akhir tahun cukup tinggi. Badan Pusat Statistik menyebut inflasi Desember mencapai 2,46 persen, yang lebih besarnya disumbang oleh kenaikan harga BBM."

" Tinggi inflasi Desember membuat laju inflasi sepanjang 2014 mencapai 8,36 persen. Lebih tinggi dibandingkan perkiraan BI yang menyebut inflasi Desember sebesar 2,1 persen – 2,2 persen dan inflasi tahun 2014 sekitar 8,1 persen – 8,2 persen."

                                ---------------------------------------TAG-----------------------------------


AGUS YAKIN / INFLASI TAHUN INI BISA TERKENDALI DI KISARAN EMPAT PLUS MINUS SATU PERSEN // MESKI DEMIKIAN / DIA MASIH TERUS MENCERMATI ADANYA KEBIJAKAN KENAIKAN HARGA GAS ELPIJI DAN LISTRIK TAHUN INI // KENAIKAN KEDUA KOMODITAS TERSEBUT JUGA AKAN MEMPENGARUHI BESARNYA INFLASI DI 2015/// (END)
 




kebijakan pemerintah yang membuat harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi turun. Turunnya harga BBM ini bisa berdampak cukup baik bagi inflasi tahun ini. - See more at: http://katadata.co.id/berita/2015/01/02/harga-bbm-turun-inflasi-2015-bisa-di-kisaran-3-5-persen#sthash.3Q4H4vpv.dpuf
Turunnya harga BBM akan bardampak baik bagi BI dalam mengendalikan inflasi - See more at: http://katadata.co.id/berita/2015/01/02/harga-bbm-turun-inflasi-2015-bisa-di-kisaran-3-5-persen#sthash.3Q4H4vpv.dpuf

Kamis, 25 Desember 2014

Naskah Berita Voice Over (VO) - Masjid Cheng Hoo Surabaya




 KEUNIKAN MASJID CHENG HOO SURABAYA

LEAD : BERBEDA DENGAN MASJID MASJID BIASANYA / MASJID CHENG HOO SURABAYA / MENYUGUHKAN KEUNIKAN SENDIRI / DENGAN MODEL BANGUNAN DAN ORNAMEN ORNAMEN YANG KENTAL DENGAN NUANSA TIONGHOA//

ROLL VO : MASJID CHENG HOO SURABAYA YANG BERLOKASI DI JALAN GADING / NO 2 SURABAYA / ATAU UTARA GEDUNG BALAIKOTA SURABAYA/ MEMANG DIBANGUN MENYERUPAI KELENTENG DENGAN NUANSA MUSLIM TIONGHOA//

TUBUH BERITA : MASJID YANG DIRESMIKAN PADA TANGGAL 13 OKTOBER 2002 AWALNYA DIDIRIKAN UNTUK MENGENANG PERJUANGAN DAN DAKWAH LAKSAMANA CHENG HOO DAN WARGA TIONGHOA MUSLIM YANG INGIN MEMILIKI SEBUAH MASJID DENGAN GAYA TIONGHOA// MASJID INI MEMILIKI BANGUNAN UNIK/ BENTUKNYA SERUPA DENGAN KLENTENG/ DIDOMINASI DENGAN WARNA MERAH DAN KUNING/ DIPADUKANA DENGAN ORNAMEN KHAS TIONGKOK// PINTU MASUKNYA MENYERUPAI BENTUK PAGODA/ TERDAPAT JUGA RELIEF NAGA/ DAN PATUNG SINGA DARI LILIN /DENGAN LAFAL ALLAH DALAM HURUF ARAB/ DI PUCUK PAGODA//ORNAMEN LAIN TERLETAK PADA / SEBELAH KANAN DILOKASI WUDHU WANITA/ ADA RELIEF CHENG HOO DENGAN LATAR GAMBAR BEBUAH BATU BERBENTUK KAPAL//TIDAK ADA SALAHNYA ANDA MENGISI WAKTU LIBURAN ANDA DENGAN MENJELAJAH TEMPAT BERIBADAH UNIK SEPERTI MASJID CHENG HOO YANG BERADA DI SURABAYA TERSEBUT///END


Rabu, 17 Desember 2014

Review film In Join Van Jou

Film ke dua dari pemutaran film karya anak MMK adalah berjudul Ik Houd Van Jou, film ini menjadi pusat penonton. Betapa tidak, film yang berbeda dari film yang diputar sebelumnya dari judulnya saja penonton bertanya tanya apa arti dari judul film tersebut, film tersebut menggunakan penggabungan efek dengan cerita yang dikemas menarik.
Film yang menceritakaan tentang perebutan cinta antar dua pasukan tentara yakni Sugiyo (Rifandi Bimasakti) , Sugiyat (Resa Rizky) dan gadis desa yakni Lasmi (Luthfie Triana) mengusung gandre cinta. Film yang artinya “I Love You”  ini dikemas dalam suasana masa Belanda. Sugiyo yang harus menerima pahitnya keadaan karena wanita yang dicintainya (Lasmi) yang sudah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri (Sugiyat). Dan saat itulah hubungan 2 sahabat tersebut menjadi retak, apa lagi Sugiyo yang memiliki sifat keras dan tidak terima dengan keadaan tersebut mencari berbagai cara untuk merebut kembali Lasmi dari Sugiyat.
Hingga akhirnya Sugiyat mati dibunuh Sugiyo , dan Sugiyo pula dibunuh dengan Lasmi. Lasmi sebenarnya menyukai Sugiyat dan Sugiyo, hingga pada akhirnya Lasmi yang hidup sendiri di masa tuanya dengan kenangan cintanya dengan Sugiyat dan Sugiyo.
Menurut saya film Ik Houd Van Jou ini bagus, baik dari permainan alur, efek darah, dan pengambilan gambarnya. Hanya saja ada beberapa hal kecil yang mengganjal dalam film tersebut, misalnya saat Sugiyat di tampar dengan pistol oleh Sugiyo yang awalnya berdarah pada mulutnya tiba tiba mulut Sugiyat langsung bersih. Namun dari pembawaan alurnya bagus, penonton dibuat bermain dengan alur yang dibuat. Penggunaan make up juga bagus, saat Lasmi tua di make up menyerupai orang tua dengan kerutan pada wajahnya membuat nilai tambah dalam fil tersebut.

Minggu, 26 Oktober 2014

Peringati Sumpah Pemuda, Komunitas Hijabers Blitar Bagi - bagi 100 Hijab





Blitar (26/10) - Jelang  Peringatan  Sumpah Pemuda yang akan diperingati pada hari Senin 28 Oktober 2014 salah satu komunitas hijabers Blitar menggelar acara 100 hijab. Acara yang digelar di Taman Kota Kebonrojo, Minggu (26/10/2014) tersebut selain memeriahkan hari Sumpah Pemuda dan tahun baru hijriyah, komunitas hijabers juga ingin memperkenalkan hijab kepada masyarakat. Acara tersebut berlangsung meriah. Peserta yang hadir berasal dari warga yang tengah berkunjung ke Kebonrojo.

Panitia memberikan hijab gratis sekaligus mendandani pengunjung di lokasi yang telah disiapkan. Acara tersebut bertemakan pakaian adat sehingga hijab yang dikenakan pun masih nuansa pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya membagi- bagikan, panitia juga siap mendandani pengunjung yang mau berhijab.
“Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang insyAllah akan kami laksanakan tiap tahun”, kata Andiwi ketua pelaksana.
 “Acara ini adalah acara yang positif dan mengajak untuk kebaikan”, sambung Andiwi.

Acara tersebut berhasil memikat warga Kebonrejo, terbukti dengan peserta banyak yang mengantre. Kursi yang disediakan pantiapun penuh. Salah satu peserta, Setyaningrum mengaku senang dengan acara tersebut, meskipun selama ini ia belum mengenakan hijab dalam keseharian tetapi ia merasa senang dengan acara tersebut. Senada dengan Setyaningrum, Dwi Putri Amira juga mengatakan hal yang sama. “Saya sudah mempunyai niat untuk berhijab. InsyAllah setelah ini saya semakin mantap untuk terus berhijab”, ujar Amira.


Kamis, 23 Oktober 2014

Foto Caption Jurnalistik

Nah, masih seputar jurnalis. Sekarang saya akan belajar membuat caption dari sebuah foto. Mulai aja dari foto pertama aja?

Semangat- Band indie PENS (EEPIS Reggae) tampil di Kegiatan Jalan Sehat dan Festival Seni PTC yang diadakan oleh BEM-PENS  pada hari Minggu (8/6). Band asli PENS ini semangat menghibur pengunjung dengan lagunya yang digelar di kampus PENS.


Sumringah- Wajah sumringah dari pedagang tua yang menjajakan kacang rebus jualannya. Penjual itu melayani pembeli yang memilih dagangannya di teras Taman Bungkul Surabaya, Sabtu (31/5).  


Kasih sayang- Seorang kakak memakaikan celana adeknya dengan kasih sayang. Sabtu (31/5) sehabis asyik bermain air mancur di Taman Bungkul Surabaya seorang anak dibantu kakaknya untuk mengenakan celana. Dengan memegang tangan kakaknya perlahan anak kecil itu memasukkan satu persatu kakinya di celana.


Perjuangan- Kamis (5/6) seorang pemulung tua renta menyebrang jalan raya di depan Bank BI Surabaya. Pemulung laki-laki itu membawa karung berisi barang bekas yang digendong di punggungnya. Dengan hati-hati pemulung tua itu menyeberang keramaian jalan.


Ceria- Kegiatan jalan sehat dan festival seni PTC yang diadakan oleh BEM-PENS di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada hari Minggu (8/6) berhasil membuat bahagia para pengunjung yang datang. Terbukti dengan bocah kecil yang ceria saat memainkan balon yang dipegangnya.





Kamis, 09 Oktober 2014

Seorang Dosen Bukan Sebuah Beban

"Selama ini saya menjadi dosen saya jalani bukan saya anggap kerja tetapi seperti main", ucap dosen muda yang sudah 3 tahun menjadi dosen prodi Multimedia Broadcasting saat diwawancarai kemarin (9/10). Ibu muda yang sering dipanggil Ibu Widi ini merupakan dosen yang mengajarkan mata kuliah Drawing dan Metodologi Desain pada mahasiswa tingkat satu. 

Saat ditanya mengenai pengalaman menyenangkan selama menjadi dosen, dosen lulusan DKV-ITS ini menjawab "pengalaman yang menyenangkan sih banyak, terutama sama teman - teman dosen banyak guyon jadi tidak seperti kerja tapi seperti main". Sedangkan pengalama menyedihkan ucapnya "awal saya kerja disini memang belum tau tentang habitnya seperti apa. Beberapa dosen lain dan mahasiswanya bilang kalau saya itu sombong dan cuek" selain itu dalam wawancara bu Widi juga mengungkapkan pernah saat beliau masuk ruang kelas masih ada mahasiswanya yang ramai, mungkin karena bu Widi yang masih muda sehingga mahasiswa menganggap bu Widi sebagai teman berdiskusi. 

"saya memang pada saat perkuliahan menggunakan metode penyampaian yang tidak terlalu banyak teori karena dari mata kuliah saya tidak cocok jika diterapkan dengan banyak teori, saya sendiri juga tidak suka yang namanya menghafal teori" kata bu Widi.

Meskipun awalnya menjadi dosen bukanlah cita - citanya, melainkan tuntutan dari ibunya tetapi bu Widi tetap menjalaninya tanpa beban. Hal itulah yang membuat beliau bertahan hingga saat ini.